Mengenai Saya

Foto saya
Saya sangat suka berorganisasi, tentunya karena saya tinggal didesa maka organisasi lokal yang digeluti. saat ini menjabat sebagi ketua umum FKPI ( Forum Komunikasi Pemuda Islam ), Ketua HPMT ( Himpunan Pemberdayaan Masyarakat Tambang ), Sekretaris Yayasan MAWADDAH bergerak dibidang Pemberdayaan, Ketua Umum IKBPA ( Ikatan Keluarga Besar Al Falah Tanah Laut )

Senin, 09 Januari 2012

HIDUP UNTUK MEMBERI



Disuatu sore hari aku saat aku pulang kuliah dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan di belitung

Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran, Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi.

Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? “kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…??, untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai disebrang jalan, setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang. De, “boleh kakak bertanya” ? silahkan kak, kalau boleh tahu yang barusan adik bagikan ke tukang koran, tukang sapu, peminta-minta bahkan pak polisi, itu apa ?, oh… itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak, memang kenapa kak!, dengan sedikit heran, sambil ia balik bertanya. Oh.. tidak!, kakak Cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa kamu sudah lama kenal dengan mereka?

Lalu, Adik kecil ini mulai bercerita, “Dulu ! aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma”, setiap hari bekerja hanya mengharapkan belas kasihan banyak orang, dan seperti kakak ketahui hidup di bannjar masin begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan, apabila kami mengingat waktu dulu, kami sangat-sangat sedih, namun setelah ibu ku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik.

Maka dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu, jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup, kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka.

Yang ibu ku selalu katakan “ hidup harus berarti buat banyak orang “, karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa, hanya satu yang kita bawa yaitu Kasih kepada sesama serta Amal dan Perbuatan baik kita, kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang, kenapa kita harus tunda.

Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat, hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta,” Apa yang kita bawa”?. Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hati ku, saat itu juga aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, bahkan aku merasa tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya, dibandingkan adik kecil ini.

Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan , namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Yah.. Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepada Mu

Terima kasih adik kecil, kamu adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyak ku.

"Hidup akan berarti jika kita mau membagikan sesuatu untuk orang lain dan tidak hanya fokus untuk menyenangkan diri kita sendiri 

   salam

  wedon

CITA-CITA KU


Ya Allah .... pikirku sejenak dalam anganku sebelum tidurku, waktu dulu masa kanak kanakku hanya bermain dan bermain, aku tak pikir itu kotor,pokonya aku riang gembira kata mama. aku ingat waktu aku masih kecil mama & abah berkata, kalau wahidah besar cita cita nya jadi apa ? dan akupun menjawab dengan 



lucunya,,, wahidah cita citanya ingin jadi dokter.. mama & abah tersenyum,, terus mama bertanya kembali kenapa wahidah pengen jadi dokter ? polosnya akupun menjawab, karena pengen nyembuhin orang sakit dan menolong orang, mereka berduapun memelukku,,,,,,,,saat aku masuk sekolah dasar dan akupun ditanya lagi oleh guruku,,,, nanti kalau wahidah besar cita citanya pengen jadi apa ? akupun dengan cepatnya menjawab, wahidah pengen jadi pramugari, guruku kembali bertanya, lo oooo kenapa jadi pramugari wahidah ? dan akupun jawab dengan riangnya...... karena wahidah pengen keliling dunia bisa melihat keajaiban dunia dan bisa membawa mama & abah kesana. Guruku tak ada kata apa apa sembari mendengar perkataanku........... teringat masa kecil memang membuatku menangis, pengorbanan mama & abah tak kebayang sampai aku dewasa seperti sekarang.. waktu kecil sampai sekarang aku hanya meminta dan meminta,saat aku lapar mama selalu ada, saat akupun sedih mama tak terpisah dariku,  saat aku sakit mama selalu ada di sampingku,saat aku pengen jajan abah yang bekerja. Dan semua itu terpenuhi,,,,,,,,,,,,,ya allah aku tak ingin mengecewakan mereka dan tak ingin melihat mereka menangis........ ya allah ampunilah mereka dan sayangilah mereka sebagaimana menyayangiku diwaktu kecil..aminnnn,,,, setelah lulus sekolah dasar. Aku sekolah madrasah syanawiah kintap, usiakupun beranjak remaja... lalu akupun ditanya lagi sama guruku,, wahidah nanti cita citanya pengen jadi apa ? akupun menjawab pengen jadi guru, terus di tanya lagi kenapa jadi guru ? karena pengen memberikan ilmu yang ulun bisa dan membuat orang tidak tau menjadi tau, pikirku........................saat aku lulus MTSN aku sekolah lanjutan menengah atas usiakupun semakin bertambah,,,, kemudian aku ditanya lagi sama guruku, cita cita wahidah pengen jadi apa ? aku pun menjawab dengan lancarnya... wahidah cita citanya pengen jadi camat... guruku tertawa haaaaaaahaaaaaaaa lo ko camat wahidah.. terus aku jawab lucu sih . alasannya menjadi seorang camat tidak lah gampang, menjadikan masyarakat yang maju itu perlu proses, kalau bukan kita sapa lagi ujarku.. satu kelas pun tertawa, akupun PD dengan perkataanku......

Aku tertidur kembali... pikirku mengapa,,,? Mulai kanak kanak sampai remaja dan menjelang dewasa sekalipun cita citaku berubah ubah.... tapi saat aku ingat itu...... aku teringat mama & abah saat awal mereka bertanya hal yamg sama dan mereka memelukku. Aku bercerita lagi sama mereka........ kataku......? sebentar lagi lulus SMA mama & abah pengen ulun jadi apa,,,,,,,, ingat dulu pian menanyakan cita cita ulun pengen jadi apa, dengan lucunya ulun menjawab jadi dokter, pian berduapun tersenyum dan memeluk ulun..... sekarang waktu berjalan dengan sendirinya, wahidah yang dulu manja,cengeng,lincah, sekarang pian melihatnya menjadi seorang gadis dewasa..... ’’ abah berkata cita cita wahidah abah dukung kalau masalah biaya pasti ada jalannya,yang penting wahidah bisa jadi orang dan bisa jaga kepercayaan mama & abah.,,, akupun terdiam,,,,,,,,mamapun tidak berkata apa  hanya memendangku dengan haru,,,,,,,,

Aku bermimpi lagi.......
Waktu itu ada seorang bayi lucu ,dengan riangnya dia menangis tak ada satupun orang mampu membuatnya diam.... aku mendekatinya perlahan,saat aku angkat bayi itu .ternyata dia minta sentuhan, minta belaian,,,,anehnya bayi itu diam dan tidur bersamaku,,,,, akupun kaget mengapa semua ini,,,,,,,, aku pun terbangun dan mengucap alhamdulillah,,,, ada apa pikirku dalam hati,,,,,
Lalu kemudian ada panggilan hati yang tulus aku ingin menjadi seorang bidan,,,,, alasannya mungkin mimpi itu hidayah dan jalan buatku. Mengapa.... akupun tak tau ada apa di balik semua ini hanya allah yang tau............’’
Aku mencoba berpikir dari mimpi itu,,,,,,aku harus mempunyai pilihan jurusan kuliah, terpejam aku sejenak ku pikir perlahan tapi pasti, aku mencoba menerawang kedepan,,,,  akan jadi apa aku, apa yang harus aku lakukan pikirku... sehabis mimpi itu, dan akupun bergegas cuci muka....... dengan harapan aku pasti bisa....

Tibalah saatnya detik detik pengumuman kelulusan , aku sangat gugup, gemetar, bahkan saat itu aku menjadi perwakilan sambutan siswa siswi, aku tak percaya akan hal ini.......... saat pengumuman alhamdulillah kami lulus 100% baik itu IPA maupun IPS, kami semua sangat sangat bahagia .... ya tuhan terima kasih..... thank to allah.......... mama dan abah pun memeluku saat pengumuman mereka senyum dengan gembira nya melihat aku lulus dengan predikat terbaek.. aku tak bangga akan hal ini,  aku hanya bisa berusaha apa yang aku bisa,, demi abah dan mama akan aku lakukan .. i love u mommmmm....
Kami semua pun kompoi, melepas kepenatan saat ujian dan pada akhirnya tak sia sia,,,,, sukur ku kepadamu ya allah.....
Waktupun berjalan dengan cepatnya... aku pikir kalau hanya tamat SMA kalau tak kuliah aku akan jadi apa. Aku tak bisa duduk diam tanpa sesuatu yang ku buat. Dan pada akhirnya ini tuntutan aku harus kuliah.. dengan kuliah nanti bekal cita cita ku dan harapan orang tuaku........  sesegera mungkin aku bertanya kepada diriku, dan siap dengan segala keputusan yang ada,,, terlintas di kepela ku , aku ingin menjadi bidan,,, itu yang membuat ku yakin dari pada cita cita ku yang lain,,, akupun berani dengan segala tantangan yang ada
Akupun membicarakan ini kepada mama dan abah..... mereka sangat setuju dengan pilihanku,  pada waktu nya aku pun mendaftar di STIKES MUHAMMADIAH Banjar Masin jurusan D3 kebidanan..... dan aku diterima menjadi mahasiswi disana... dengan susahnya aku pulang pergi BJM-KINTAP bersama mama dan abah, saat tes dan lain lain....

Mengingat itu aku terdiam kembali, peran orang tu sangat penting........ya tuhan aku ingin membahagiakan mereka tuturku
Saatnya aku menjadi mahasiswi
Wieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee tingkatan dewasa sudah hampir mendekat akupun dengan penuh semangat menjalaninya meniti karir dan mandiri,,,, dan tiba saatnya aku hidup sendiri dalam menempuh pendidikan di banjar masin,,
Tapi tak apalah bagiku, demi orang tua dan cita cita aku berusaha selagi ku masih mampu.............
Ingin sekali aku menjadi orang orang yang hebat, tergeritik hatiku ingin seperti mereka , aku pasti bisa ujarku sambil menarik nafas dalam dalam dan melepas hembusan dengan kalimat alhamdulillah,,,,,,
3 tahun aku di banjar masin,menggali ilmu kebidanan, membantu persalinan, menolong ibu dan bayi agar selamat,kesehatan masyarakat,pra kontrepsi KB,ibu nipas dan menyusui..... aku tremor [ gugup ] 
Mengapa  ?
Tiba saatnya nanti aku menolong persalinan menyambut kepala bayi dengan perantara tanganku,,, susah,hidup dan mati bagi calon ibu melahirkannya, disana aku dapat mengambil kesimpulan .. begini juga kondisi mama saat proses mekahirkanku,, aku pun menangis ,,, dan berpikir allah lah yang berkehendak, melalui jemari jemari tanganku,aku dapat menolong persalinan dengan rasa iba aku teringat mama............ aku langsung nelpon kerumah
Suara mama terdengar
Assalamualaikum... dan akupun menjawab waalaikumsalam
Dan akupun berkata
“ mama dengan keringat dingin pian dulu melahirkan ulun, dengan susah payah pian menghejan agar ulun cepat keluar, dengan napas yang tersendak sendak pian berjuang hidup dan mati hanya karna ulun,,,,,, tuturku
Mama tak ada kata satupun.. ku pikir mama menangis... diam sembari berkata dalam hati,,,
Akupun kembali bicara....
Kini ulun sadar ma, perjuangan seorang ibu tak dapat dibandingkan oleh hal apapun, isi duniapun tak dapat membayar semuanya, ulun menyayangi pian dan abah ma,,,,,,,,,,, tuturku sehabis praktek kebidanan menolong persalinan.
Lalu mama berkata ,,,, nak , mama asal melihat ikam berhasil , berbakti, sudah cukup bagi mama, kelak ikam pasti menjadi seorang ibu juga,,, ingat pesan mama niatkan hanya karna allah, mama bangga bisi anak seperti kam tutur mamaku
Dan akupun tak tahan menahan dan rasanya ingin memeluk mama.. lalu akupun,,,, menangis,,,sambil memutuskan perkataan...
Assalamualaikum ma ... ulun sayang pian
 Kembali akupun melamun........... aku meniti langkah disini untuk cita citaku aku harus membuktikan menjadi yang terbaik.............menjadi bidan yang profisional... dengan gelar sarjana,tapi aku tak boleh terlena
Menggelar pangkat serjana, aku tak bangga, aku bangga pada diriku apa bila aku mampu berbuat tanpa pamrih , dengan bekal ilmu yang aku dapat,
Ya allah terimakasih syukurku,,,
Kisahku ini ku persembahkan buat mama... abah, kaka lina, ade hindun,seluruh keluarga besar.........
                                                                    salam
                                                                  wahidah