Mengenai Saya

Foto saya
Saya sangat suka berorganisasi, tentunya karena saya tinggal didesa maka organisasi lokal yang digeluti. saat ini menjabat sebagi ketua umum FKPI ( Forum Komunikasi Pemuda Islam ), Ketua HPMT ( Himpunan Pemberdayaan Masyarakat Tambang ), Sekretaris Yayasan MAWADDAH bergerak dibidang Pemberdayaan, Ketua Umum IKBPA ( Ikatan Keluarga Besar Al Falah Tanah Laut )

Senin, 09 Januari 2012

CINTA UNTUK MAMA

"wahidah, bangun…. Sarapanmu udah mama siapin di meja."
Tradisi ini sudah berlangsung 18 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat tapi kebiasaan mama tak pernah berubah.
"Mama sayang, ga usah repot-repot ma, aku sudah dewasa,"  pintaku pada mama pada suatu pagi. Wajah nya langsung berubah.
. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya, ingin kubalas jasa mama selama ini dengan hasil tabungan SMA ku. Namun, raut sedih itu tak bisa disembunyikannya.
Kenapa mama mudah sekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang kubaca, orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak. Tapi entahlah…. Niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan apa-apa.
Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya
"Ma, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan mama. Apa yang bikin mama sedih?" kutatap sudut-sudut mata mama, ada genangan air mata di sana.
"Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama. Kamu sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kamu, mama tidak bisa lagi jajanin kamu. Semua sudah bisa kamu lakukan sendiri," ucap mama terbata-bata.
, Ya Tuhaan, ternyata buat seorang Ibu, bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya.
Diam-diam aku merenungkan. Apa yang telah kupersembahkan untuk mama dalam usiaku sekarang? Adakah mama bahagia dan bangga pada putrinya?
Ketika itu kutanya pada mama. Dan Mama menjawab.
"Banyak sekali Nak, kebahagiaan yang telah kamu berikan pada mama. Kamu tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kamu berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat mama. Setelah dewasa, kamu berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar mata kamu mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."
Lagi-lagi aku hanya bisa berucap "Ampunkan aku ya Tuhan kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada mama. Masih banyak alasan ketika mama menginginkan sesuatu."
Betapa sabarnya mamaku melalui liku-liku kehidupan. Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. maafin aku mama. 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat mama lelah. Sanggupkah aku ya Tuhan?
"wahidah, bangun Nak. sarapannya udah mama siapin di meja."
Kali ini aku lompat segera. Kubuka pintu kamar dan kurangkul mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang , kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan.
"Terimakasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama."
Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. Cintaku ini milikmu, mama. Aku masih sangat membutuhkanmu. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu.
Ternyata tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat
"Aku sayang padamu." Namun begitu, Tuhan menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai.
"Ya Tuhan, cintailah mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mama selagi Engkau mengizinkan aku hidup. Dan jika saatnya nanti mama Kau panggil, terimalah dan jagalah ia disisiMu."

Salam
Wedon

Minggu, 08 Januari 2012

SETAHUN YANG MANIS


Setahun sudah kini aku jalani, dengan berbagai cobaan yang dihadapi tak menyurutkan tekat ku selalu bersamanya. Nyanyian rindu juga selalu hadir menyapa kami, bahtera cinta yang tak pernah pudar seiring dengan setahun kami lewati, dengan cinta dan kasih sayang selalu membuat kami semangat, membuat kami fokus pada tujuan awal, itulah yang kami lakukan... selama setahun ini membawa banyak kenangan bagi ku... cukuplah bagi ku, dengan kesibukan yang membuat kami tak mempermasalahkannya... tapi terkadang hati juga berkeritik demikian.....  aku adalah orang yang dapat memahaminya,  meski dia tak tahu bagaimana yang aku rasakan, meski aku selalu menutupinya...  aku berusaha menjadi yang terbaik untuk selalu ia sayang... aku tak pandai protes karena ini adalah perjalanan hidup ku.. aq ingin sekali di manja , diperhatikan itulah sifatku...    sering aku menangis, karena cinta ini...... kenapa ? karena saat ketemu modal  senyuman, senyum untuk mebuatnya bahagia..... saat aku pulang ia kangenn dengan ku,,, aku juga bingung mengapa.....  wahai cinta kuu.......  kapan kau mengerti akan aku.... proses ini  untuk membuat aku dewasa .....  kata maaf terus selalu kau katakan,  ulun sayang pian, ulun rindu pian... hal semacam ini selalu aku baca lewat pesan singkatnya, hati ku berkata :  ya allah kapan ini berakhir, ketemu selalu menutupi, waktunya singkat sekali untuk kami berdua, kalau sudah sibuk bawa’annya juga salah salah.... itulah terjadi selama setahun ini...  cukup banyak kenangan membuat ku cukup bahagia,,  ya allah akan kah setahun akan datang,,, cerita ini terulang lagiii ?     
Makasih wahai cinta ku.... kau juga banyak mengerti akan aku,  mengerti apa itu arti kasih sayang yang sebenarnya... aku berharap seandainya kita berjodoh.... di tahun yang akan datang pupuk selalu cinta kita agar selalu dalam kedamaian...
Aminnnnnn....
Baru aku tau itu mau muuu, aku sdar selama ini aku selalu menutupi cinta dan syang kita..
Aku janji aku akan selalu mendekati mu meski kita akan menerima resikonya.. Yakinlah sayang aku akan tetap sayang dan cinta pada mu sampai kapanpun dan dimana pun.
Mari kita buat catatan cinta kita selembut sutra dan seindah lantunan kalimah Allah. Oke
Salam
Balqis